Yayasan RS Islam Bogor

Assalaamu'alaikum Wr. Wb., Bismillaahirrahmaanirrahim Pertama-tama kami panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat, hidayah dan segala kenikmatan yang diberikan kepada kita sekalian. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw, keluarga, sahabat dan para pengikutnya hingga akhir jaman.

Rasulullah bersabda: "Tidaklah sesorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kekhawatiran, kesusahan, gangguan, kesedihan, hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah menghapus sebagian dari kesalahan atau dosanya" (HR. Bukhari-Muslim)

Sakit merupakan salah satu bentuk cobaan yang diberikan Allah kepada hambaNya sehingga Dia mengetahui siapa diantara mereka yang bersabar dan siapa yang berkeluh kesah. Bagi seorang mukmin yang sabar dalam menerima takdir Allah (sakit), maka ia tetap berprasangka baik (husnudzhon) kepada Allah dan tetap menunaikan tugasnya untuk selalu ingat kepada Allah.

Selain kesabaran, seorang mukmin dianjurkan untuk berobat apabila ditimpa suatu penyakit. Berobat merupakan salah satu usaha untuk mencapai kesembuhan, Rasulullah SAW bersabda : "Allah tidak menurunkan suatu penyakit melainkan menurunkan obatnya" (HR. Bukhari). Berobat harus disertai dengan keyakinan bahwa hanya Allah lah penyembuh segala penyakit. Allah berfirman : "Dan jika Aku (Ibrahim AS) sakit, maka Allah lah yang menyembuhkan" (Q.S. As-Syura : 80) .

Menjadi keharusan bagi orang-orang mukmin untuk memiliki dan mengelola lembaga kesehatan dan rumah sakit agar setiap mukmin yang sakit mendapatkan perawatan yang semestinya. Kewajiban ini diwujudkan secara bersama dengan membangun sarana dan fasilitas rumah sakit yang representatif.

Kepada kaum muslimin kami haturkan terima kasih yang tak terhingga yang secara bersama-sama telah berperan serta membangun Rumah Sakit Islam Bogor, semoga pengembangan Rumah Sakit Islam Bogor dalam berbagai aspek terwujud dalam waktu tidak terlalu lama, Akhirul kalam semoga Allah SWT senantiasa meridhoi setiap niat dan langkah kita bersama, Aamiin Yaa Rabbal'alamiin..

Billahittaufiq wal hidayah, Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Dr. Ir. H. Dwi Sudharto, MSi
Ketua Yayasan RS Islam Bogor

Direksi RS Islam Bogor

Assalaamu'alaikum Wr. Wb.., Pertama-tama kami panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karuniaNya yang senantiasa diberikan kepada kita sekalian.

Rumah Sakit Islam Bogor hingga pada saat ini telah memiliki produk dan layanan berupa Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 Jam, Poli Umum, Poli Gigi, dan 14 Poli Spesialis. Fasilitas yang telah tersedia dalam bentuk ruang perawatan kelas 3, 2, 1, VIP, VVIP serta Suite Room yang keseluruhan berjumlah 128 tempat tidur. Fasilitas ini dilengkapi pula dengan kamar operasi, kamar bersalin, Intensive Care Unit (ICU), perinatal, laboratorium, radiologi, apotik, USG, EKG, dan fisioterapi. Didukung oleh dokter dan perawat serta tenaga teknis non medis yang sudah berpengalaman dan terampil, sehingga menambah kenyamanan dalam pelayanan bagi pasien. Sumberdaya Manusia kami siap melayani 24 jam penuh.

Rumah Sakit  Islam Bogor disamping dikelola berdasarkan prinsip norma dan nilai ke Islaman, juga berorientasi kepada kemanusiaan dengan membantu kelompok masyarakat yang lemah dan miskin (dhu’afa wal masakin) dengan mengutamakan pelayanan dan perawatan yang penuh kasih sayang dan santun.

Sesuai Visi dan Misinya RS Islam Bogor telah membuktikan dengan pelayanan islami dan profesional yang menjunjung tinggi nilai etik profesi kedokteran, Saat ini RS Islam Bogor telah mendapatkan Sertifikat Akreditasi Rumah Sakit Nomor : KARS-SERT/140/XII/2018 berdasarkan hasil dari penilaian Komisi Akreditasi Rumah Sakit. Sertifikat ini diperoleh sebagai pengakuan bahwa RS Islam Bogor memenuhi standar rumah sakit yang meliputi : Administrasi dan Manajemen, Pelayanan Medis, Pelayanan Gawat Darurat, serta Pelayanan Keprawatan dan Rekam Medis.

Sejalan pula dengan semakin tingginya tuntutan perkembangan IPTEK, Rumah Sakit Islam Bogor telah menyiapkan berbagai informasi melalui layanan website http://www.rsislambogor.or.id . Insya Allah dengan hadirnya website ini dapat diperoleh informasi lebih lengkap mengenai Rumah Sakit Islam Bogor khususnya, di dalam memberikan dan menerima akses informasi dan komunikasi, serta sebagai khazanah wawasan bagi kita semua dimanapun berada.

Billahittaufiq wal hidayah, Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Dr. H.M Djunaidi Ilyas, Sp.PD, FINASIM
Direktur RS Islam Bogor

 

 

 

 

 

GIZI RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR

TELAH BERSERTIFIKAT HALAL MUI

Rasulullah saw. bersabda: Akan datang suatu masa pada umat manusia, mereka tidak peduli lagi dengan cara untuk mendapatkan harta, apakah melalui cara yang halal ataukah dengan cara yang haram.” (H.R. Bukhari)

Para pembaca yang dirahmati Allah, benar adanya sabda Rasulullah saw. yang beliau katakan beratus tahun yang lalu tersebut. Modernisasi yang merupakan tanda kemajuan ilmu pengetahuan manusia seringkali tidak sejalan dengan kondisi iman dan takwa. Tidak sedikit orang yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nikmat dunia yang diinginkan oleh hawa nafsunya. Tindakan korupsi, perampokan, pembegalan, pengedaran narkoba, pencurian, penipuan merupakan beberapa contoh cara yang tidak halal untuk mendapatkan harta dan marak sekali diberitakan di media dan seringkali meresahkan dan merugikan masyarakat.

Berbicara mengenai halal-haram, sesungguhnya halal-haram tidak hanya mencakup makanan dan minuman yang kita konsumsi, akan tetapi lebih dari itu, halal-haram merupakan persoalan kehidupan manusia secara keseluruhan. Sebagai mana firman Allah swt. yang tertulis di dalam Q.S. Al Baqarah [2] : 172 yaitu:

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepadaNya kamu beribadah.”

Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sertifikasi halal untuk Instalasi Gizi Rumah Sakit Islam Bogor merupakan salah satu elemen penilaian dalam standar sertifikasi Rumah Sakit Syariah bagi Rumah Sakit Islam Bogor. Dengan mengkonsumsi makanan halal menjadi syarat Penyembuhan. Di Instalasi Gizi Rumah Sakit Islam Bogor melayani Asuhan Gizi untuk pasien rawat inap dan konsultasi ahli gizi untuk rawat jalan

Konsep gizi halal Rumah Sakit Islam Bogor mengacu pada Al-Qur’an surat Al Baqarah: 168. “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”

Semoga gizi halal menjadi trend di seluruh RS karena hakekatnya gizi halal juga sejalan dengan penjaminan mutu makan dan pasien atau konsumen makin menyadari bahwa makanan halal yang dikonsumsi akan menjadikannya sebagai ikhtiar mengaharapkan ridho Allah subhanahu wa ta’ala dalam memberikan kesembuhan.

 

 

 

RS Islam Bogor Didirikan KH Sholeh Iskandar dan Menjadi Wakaf Umat Islam

 

Ketua Takmir Masjid Baitus Syifa Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB) KH Djudjih Djajasumpena menyampaikan rasa syukurnya atas prestasi RSIB mendapatkan Akreditasi Paripurna dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Nasional.

“Kita sangat bersyukur atas capaian predikat Paripurna, dan Yayasan RSIB akan terus berupaya meningkatkan pelayanan dan fasilitas rumah sakit ini,” kata Djudjih dalam kajian zuhur di Masjid Baitus Syifa, Selasa (17/1/2023).

Baca juga: Lulus Akreditasi, Rumah Sakit Islam Bogor Raih Predikat Paripurna

Mantan Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor itu mengatakan, RSIB adalah rumah sakit wakaf yang didirikan oleh para ulama besar di Bogor.

“Jadi karena ini wakaf dan warisan ulama maka kita harus mendukung RSIB, kami mengajak umat untuk memberikan sumbangsih dan dukungannya,” ujar Djudjih.

Menurutnya, dukungan dari masyarakat khususnya umat Islam diperlukan agar rumah sakit ini bisa sesuai keinginan pendirinya agar menjadi rumah sakit yang benar-benar Islami.

“Oleh karena itu marilah kita bersama-sama mensyukuri nikmat dengan hati dan amal kita. Rumah Sakit Islam ini rumah sakit amal, kita harus dukung agar menjadi rumah sakit terbaik dan terbesar di Bogor,” harap Djudjih.

Kembali ia menegaskan bahwa RSIB adalah wakaf umat Islam yang diamanahkan oleh para ulama terdahulu. “Kita teruskan amanah orang tua kita, para ulama kita KH Sholeh Iskandar, KH Abdullah bin Nuh dan ulama lainnya,” tutur Sekretaris Yayasan RSIB itu.

“Mohon doanya agar Yayasan RSIB bisa melanjutkan perjuangan para ulama pendiri, dan menjadikan rumah sakit ini menjadi rumah sakit syariah yang Islami,” tandas Djudjih.

 

RS Islam Bogor Raih Akreditasi Paripurna, Kiai Didin: Mari Dukung Terus Agar Jadi RS Terbaik

 

Ulama kharismatik asal Jawa Barat Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MSc merasa bersyukur dan memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB) yang belum lama ini mendapatkan predikat Paripurna.

RSIB resmi menyandang sebagai rumah sakit bintang lima atau predikat paripurna terhitung pada akhir Desember 2022. Predikat ini setelah dinyatakan lulus akreditasi dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Nasional.

Baca juga: Lulus Akreditasi, Rumah Sakit Islam Bogor Raih Predikat Paripurna

“Kita bersyukur kepada Allah SWT atas prestasi yang telah diraih oleh RSIB yang telah mendapat nilai akreditasi terbaik yaitu Paripurna,” kata Kiai Didin dalam pesan tertulisnya kepada Suara Islam, Jumat (6/1/2023).

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengatakan, capaian prestasi yang didapatkan RSIB membuktikan adanya kemampuan dalam pengelolaan lembaga keumatan dengan baik.

“Ini membuktikan jika lembaga umat dikelola dengan baik, sungguh-sungguh dalam barisan yang rapi dan teratur didukung sepenuhnya oleh kaum Muslimin maka hasilnya akan istimewa,” jelas Kiai Didin.

Oleh karena itu, ia mengajak umat Islam untuk terus mendukung rumah sakit yang didirikan oleh sejumlah ulama besar seperti almarhum KH Sholeh Iskandar dan KH Abdullah bin Nuh itu bisa terus berkhidmat untuk masyarakat.

“Mari kita terus dukung RSIB menjadi rumah sakit yang terbaik dan terpercaya, Insya Allah,” tandas Kiai Didin yang juga menjadi Dewan Pembina Rumah Sakit Islam Bogor itu.

 

Wakil Wantim MUI: Rumah Sakit Islam Harus Didukung dan Dibela

 

 

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MSc mengajak kaum Muslimin untuk mendukung Rumah Sakit (RS) Islam dan institusi Islam lainnya.

 

                                           

“Rumah Sakit Islam harus kita dukung bersama-sama agar menjadi rumah sakit yang ideal, yang baik dan kuat,” ujar Kiai Didin dalam kajian Ahad pagi (4/12/2022) di Masjid Al Hijri II, Kota Bogor.

Menurutnya, RS Islam adalah milik umat Islam bukan milik pemodal, sehingga harus menjadi kekuatan umat yang bisa dibanggakan.

“Berbeda dengan yang lain yang kekuatannya itu ditentukan oleh para pemodal, kalau RS Islam tidak, juga Bank Syariah misalnya, itu kekuatannya bukan ditentukan oleh pemodal apalagi asing, tetapi ditentukan oleh kesadaran umat,” jelas Kiai Didin.

Oleh karena itu, Ketua Umum Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI) itu mengajak untuk bersama-sama menjaga keberadaan RS Islam dan institusi Islam lainnya.

“Oleh karena itu harus dijaga oleh kita, jika ada hal-hal yang bisa merendahkan, mengganggu atau merusak, itu harus dibela oleh kita bersama,” tandas Kiai Didin.

 

 

RS Islam Bogor Terjunkan Tim Medis Bantu Korban Gempa Cianjur

Gempa berkekuatan 5,8 magnitudo yang terjadi Senin 21 November 2022 diiringi dengan 236 gempa susulan telah menghancurkan banyak lokasi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sampai Jumat 25 November telah ditemukan 310 korban wafat, 24 hilang, 2.046 jiwa terluka. Kondisi memprihatinkan tersebut membuat banyak pihak tergerak untuk membantu, tak terkecuali Rumah Sakit (RS) Islam Bogor yang terjun ke lapangan mulai Kamis 24 November 2022.

Ketua Yayasan RS Islam Bogor Dr. Ir. Dwi Sudharto yang memimpin langsung kegiatan kemanusiaan ini menyebutkan bahwa Tim Medis RS Islam Bogor beranggotakan 10 personil (dokter dan perawat) memberikan pelayanan kesehatan di lokasi Kampung Pasir Ipis, Desa Sukamulya dan Kampung Cilebak, Desa Talaga, Kecamatan Cugenang. Di Desa Sukamulya terdapat 42 lokasi tenda pengungsian dengan 1.280 jiwa.

Menurut Dr. Suyanto dan dr. Sekar dari Tim Medis RS Islam Bogor, kedua tim melayani sebanyak 95 KK, 19 balita, 15 bayi dan 15 lansia. Sebanyak 4 orang diantaranya disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Disamping pelayanan medis, dalam kesempatan ini Tim RS Islam Bogor yang berkolaborasi dengan DKM Mesjid Nurul Ikhwan Perumahan Bogor Baru dan masyarakat Perumahan Budi Agung juga menyerahkan bantuan berupa sembako, selimut, pampers, kasur, tenda dan lain-lain. Bantuan tersebut diterima oleh H. Ali selaku Ketua RW 001 Desa Sukamulya.

Sementara itu, untuk balita yang hidup di tenda juga telah diberikan insentif agar lebih ceria. “Ini wujud nyata kepedulian kita semua. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudaraku kita yang sedang mendapat musibah di Cianjur”, pungkas Dwi, Ketua Yayasan RS Islam Bogor.

 

 

Pembangunan Gedung Rampung, RS Islam Bogor Resmikan Gedung Rawat Inap Arafah

 

Pembangunan gedung Kamar Rawat Inap Standar (KRIS) Arafah telah rampung, Rumah Sakit (RS) Islam Bogor gelar peresmian pada Selasa, 1 November 2022.

Acara peresmian tersebut digelar di lantai 2 tepatnya di Jalan Perdana Raya No.22, RT.01/RW.10, Kedungbadak, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor.

Pada kegiatannya, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyampaikan apresiasinya terhadap upaya Yayasan dan dukungan masyarakat dalam mengembangkan RS Islam Bogor.

Peresmian tersebut disahkan dengan menandatanganan batu pertama serta pemotongan pita oleh Jajaran RS Islam Bogor dan Wali Kota Bogor.

“Rumah Sakit Islam terus berupaya melengkapi sarana dan prasarana (bangunan, peralatan kesehatan dan lain-lain) untuk mewujudkan Rumah Sakit Syariah kebanggaan umat di Bogor,” ucap Ketua Yayasan RS. Islam Bogor Dr. Ir. H. Dwi Sudharto, M.Si saat memberikan keterangan.

Ia mengungkapkan, setelah penyelesaian pembangunan Gedung Rawat Inap Arafah, direncanakan pada awal tahun 2023 akan dibangun Gedung Umar bin Khatab yang meliputi IGD, Kamar Operasi, Ruang Hemodialisa, Ruang Bersalin, Ruang Bayi dan lain-lain seluas 2.914 m² yang memerlukan dana sekitar Rp 14,5 Milyar.

Dalam hal ini, RS Islam Bogor berkomitmen penuh untuk menjalankan amanah dengan mengedepankan motto ‘Ramah, Sabar, Ikhlas, dan Barokah’.

Untuk merealisasikan cita-cita mulia tersebut Ketua Yayasan RS. Islam Bogor mengharapkan dukungan dari Wali Kota Bogor dan berbagai pihak.

Gedung Rawat Inap Arafah merupakan wakaf dari Keluarga Besar H. Joenoes bin Arif dengan total biaya sekitar Rp 1,5 Milyar.

Sementara itu, Direktur RS Islam Bogor dr. H. M. Djunaidi Ilyas, Sp.PD mengucapkan terima kasih kepada Yayasan yang telah memenuhi usulan Manajemen RS Islam Bogor untuk pembangunan Gedung Rawat Inap Arafah.

“Saya ucapkan terimakasih kepada Keluarga Besar H. Joenoes bin Arif atas wakaf yang telah diberikan dalam merealisasikan pembangunan Gedung Rawat Inap Arafah,” ucapnya.

Pembina RS Islam Bogor Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, MS menyatakan rasa bahagia karena RS Islam Bogor terus berbenah diri dalam melayani umat.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Keluarga Besar H. Joenoes bin Arif yang telah mewakafkan pembangunan Gedung Rawat Inap Arafah dan mendoakan semoga pahalanya terus mengalir kepada alm. H. Joenoes bin Arif dan Hj. Siti Masitoh binti H. Romli,” ungkapnya.

Kemudian Wali Kota Bogor Bima Arya menyampaikan apresiasinya terhadap upaya Yayasan dan dukungan masyarakat pada pengembangan RS Islam Bogor. Bidang kesehatan dihadapkan dalam tantangan yang lebih berat dari masa-masa sebelumnya.

Ada tiga tantangan besar dalam issue kesehatan, yaitu target tahun 2045 seperti Indonesia emas, urus demograpi, issue stunting, issue kematian ibu dan anak tidak mungkin bisa tercapai tanpa serius pada bidang kesehatan.

“Issue dua yaitu saat ini kita dihadapkan pada hal-hal yang tidak pasti, ada kemungkinan pandemi lain, persoalan dalam bidang medis yang tiba-tiba datang. Issue ketiga yaitu memastikan semua kalangan terlayani,” ungkap Bima.

Pemerintah pusat mendorong kebijakan kelas rawat inap standar, tahap pertama di bulan Juli 2023 paling tidak 50 persen dari seluruh rumah sakit swasta dan RSUD harus siap dengan 9 kriteria kemudian di akhir tahun 2024 semua RSUD dan swasta harus siap 12 kriteria kelas rawat inap standar.

“Saya menghimbau semua pihak harus lebih besar memberikan atensi terhadap RS Islam Bogor bisa berkembang lebih pesat. Mohon dukungan kepada pejabat pemerintah Kota Bogor untuk memastikan keberpihakan kepada RS Islam Bogor. Bidang kesehatan harus spirit amal ibadah dan tidak bisa hanya komersil. Dengan adanya wakaf Gedung Rawat Inap Arafah diharapkan akan memancing pada penderma lainnya untuk ikut membantu RS Islam Bogor,” pungkasnya.

Dukungan dan doa para pihak sangat dibutuhkan guna mewujudkan Rumah Sakit Syariah yang berkualitas dan terpercaya yang menjadi kebanggaan umat di Kota dan Kabupaten Bogor yang mempunyai penduduk sebanyak 6,4 juta jiwa.

 

 

 

 

 

SURVEY KEPUASAN PELAYANAN RS ISLAM BOGOR

Kami harapkan kepada pasien yang telah berkunjung ke RS Islam Bogor untuk dapat mengisi survey kepuasan atas pelayanan di RS Islam Bogor. Adapun link pengisiannya adalah sebagai berikut :

https://forms.gle/cn5Y8jsb5FDbVWPe7

 

 


 

Layanan dan Informasi ini disediakan oleh Rumah Sakit Islam Bogor
Copyright © 2014 Rumah Sakit Islam Bogor. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.

Admin Support By : Teguh Trihudoyo

 
 Artikel Terpopuler  
 Artikel Terkini